Pelatihan Penyusunan Naskah Iklan Layanan Masyarakatdi Radio tentang Ajakan Berbahasa Jawa bagi Para Remaja di Kota Semarang

NAMA DAN BENTUK KEGIATAN

Pelatihan Penyusunan Naskah Iklan Layanan Masyarakatdi Radio tentang Ajakan Berbahasa Jawa bagi Para Remaja di Kota Semarang. Pelatihan ini dilanjutkan dengan lomba menciptakan siaran kampanye sosial tersebut.

LATAR BELAKANG

Derasnya arus globalisasi yang tak terelakkan menimbulkan kekhawatiran sebagian besar pemerhati bahasa dan budaya akan tergerusnya bahasa dan budaya lokal. Berbagai upaya untuk mencegah hal tersebut telah dilakukan, antara lain dengan diadakannya berbagai lokakarya dan seminar untuk menemukan solusi permasalahan tersebut. Pemerintah daerah juga telah melakukan upaya melindungi bahasa dan budaya daerah melalui perda masing-masing. Namun, upaya tersebut sebagian besar masih menempatkan masyarakat sebagai objek, bukan subjek. Sebagai akibatnya, masyarakat tidak terlibat secara langsung dalam penanganan tersebut. Bahasa dan budaya lokal pun semakin terpinggirkan.

Contoh konkret proses terpinggirnya bahasa lokal adalah ihwal penggunaan bahasa Jawa di media radio. Hasil riset yang dilakukan oleh Tim MagisterLinguistik UNDIP tahun 2015 menunjukkan bahwa beberapa program siaran di Semarang yang menggunakan bahasa Jawa sebagai media komunikasi mengasumsikan pendengarnya adalah masyarakat golongan usia dewasa. Sementara itu, program siaran yang sasaran pendengarnya adalah kawula muda, cenderung menggunakan bahasa Indonesia yang acapkali dicampur dengan istilah-istilah dalam bahasa asing. Fenomena ini mengimplikasikan bahwa anak muda semakin enggan dalam menggunakan bahasa Jawa dalam ranah-ranah tertentu.

Melihat fenomena di atas, Tim Pengabdian Masyarakat Program Magister Lingusitik UNDIP tergerak untuk mengajak para remaja, khususnya para siswa SMA di kota Semarang, sebagai agen atau subjek dalam menggalakkan penggunaan bahasa Jawa di kalangan mereka. Bentuk kegiatan tersebut adalah memberi pelatihan bagaimana menyusun naskah iklan layanan masyarakat di radio yang menarik untuk mengkampanyekan penggunaan bahasa Jawa.

TUJUAN

Kegiatan ini memiliki dua tujuan.Pertama, denganmelibatkan para siswa SMA sebagai subjek kegiatan, tim pengabdian ini berharap mereka akan memiliki kesadaran diri akan tanggung jawab mereka untuk turut melestarikan bahasa Jawa. Kedua, dengan memberi pelatihan yang tepat mengenai cara mereka berkampanye sosial tersebut, tim pengabdian ini juga berharap para remaja yang lain ikut tergerak dalam upaya pelestarian dan pemertahanan bahasa Jawa.

SASARAN

Para siswa perwakilan dari SMA se Kota Semarang.

WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN

Waktu: 23 dan 30 Oktober 2015

Tempat: Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah (Jl. Elang Raya No.1 Mangunharjo, Tembalang, Semarang)

JADWAL KEGIATAN

Hari Pertama

Waktu

Kegiatan

Pembicara/Penanggungjawab

08.00-08.30

Pembukaan

Dr. Nurhayati, M.Hum. (Ketua Panitia)

08.30-10.00

Sesi 1:

Strategi Komunikasi dalam Iklan Layanan Sosial

J. Herudjati Purwoko, Ph.D.

10.00-12.00

Sesi 2:

Tips Membuat Iklan Layanan Sosial yang Menarik

KPID

12.00 – 13.00

Ishoma

Panitia

13.00 – 15.00

Sesi 3: Latihan Menyusun Naskah Iklan Layanan Sosial

Dr.Suharno, M.Hum

Dr. Agus Subiyanto, M.A

Dr. Deli Nirmala, M.Hum.

Dr. Nurhayati, M.Hum.

Dr. M. Suryadi, M.Hum.

Hari Kedua

Waktu

Kegiatan

Pembicara/Penanggungjawab

08.00 – 08.30

Persiapan presentasi para peserta

Panitia

08.30 – 12.00

Presentasi: Pembacaan Naskah Iklan Layanan Masyarakat

Dr.Suharno, M.Hum

Dr. Agus Subiyanto, M.A

Dr. Deli Nirmala, M.Hum.

Dr. Nurhayati, M.Hum.

Dr. M. Suryadi, M.Hum.

12.00 – 13.30

Ishoma

Panitia

13.30 – 14.00

Pengumuman Pemenang dan Penutupan

Dr. Suharno, M.Hum

Dr. Agus Subiyanto, M.A

Dr. Deli Nirmala, M.Hum.

14.00 – 14.15

 

Penutupan

Ketua Program Magister Linguistik UNDIP/Kepala Balai Bahasa Jawa Tengah

PELAKSANAAN KEGIATAN

Kegiatan pengabdian pada masyarakat tentang “Pelatihan Penyusunan Naskah Iklan Layanan Masyarakat di Radio Tentang Ajakan Berbahasa Jawa Bagi Para Remaja di Kota Semarang” ini bertempat di Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan diikuti oleh 50 peserta, yang terdiri atas SMK Palebon, SMK Muhammadiyah 1, SMK Negeri 3, SMK Negeri 7, SMK Negeri 2, SMA Negeri 5, SMA Negeri 2, SMK 10 Nopember, dan SMK Negeri 6.

Acara dibuka oleh kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, yaitu Supardi, M.Hum. Pelatihan ini difokuskan pada 2 (dua) materi, yaitu pelatihan dan praktik. Materi  peran remaja dalam mempertahankan bahasa Jawa disusun dan disampaikan oleh Herujati Purwoko Ph.D dan Dr. Nurhayati, M.Hum, sedangkan materi tentang iklan layanan masyarakat di radio disampaikan oleh Mulyo Hadi Purnomo, M.Hum. dari KPID Jawa Tengah.

Praktik dimulai dari mengobservasi kebutuhan dalam mempertahankan bahasa Jawa, memilih topik iklan layanan masyarakat, dan menyusun draft iklan layanan masyarakat. Praktik ini dipandu oleh tim peneliti, yang terdiri atas Dr. Suharno, M.Hum., Dr. Deli Nirmala, M.Hum., Dr. Agus Subiyanto, M.A., Dr. Suryadi, M.Hum., Ariya Jati, S.S., M.A., dan Ayu Ida Savitri, S.S., M.Hum., Arido Laksono, S.S. M.Hum., Prihantoro, S.S. M.A., dan Eta Farmacelia, S.S., M.A.

Setelah diberi bekal berupa ilmu dan latihan di hari pertama, para peserta diberi kesempatan untuk mengembangkan dan menyempurnakan draft naskah yang telah disusun. Selama satu minggu mereka mengolah naskah tersebut, mereka membaca naskah tersebut sebagai iklan layanan masyarakat dan merekamnya dalam bentuk MP3. Pada minggu berikutnya, mereka mendemonstrasikan hasil karya kelompok dan dinilai oleh tim juri yang terdiri atas Prof. Dr. Nurdin H.K., M.A., Dr. Deli Nirmala, M.Hum., dan Dr. Suharno, M.Hum. Keluar sebagai pemenang, masing-masing adalah SMA Palebon sebagai juara I, SMA Negeri 2 sebagai juara II, dan SMK Negeri 7 sebagai juara III. Selanjutnya, acara ditutup oleh ketua Prodi Magister Linguistik UNDIP, Dr. Agus Subiyanto, M.A.

Kegiatan ini mendapat antusias dari para peserta, terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang dilontarkan oleh para peserta. Mereka menyatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dan baru pertama kalinya mereka dapatkan. Oleh karena itu, mereka menghimbau bahwa di tahun-tahun mendatang, kegiatan ini perlu diadakan lagi.