Salah satu program pemerintah untuk meningkatkan mutu perguruan tinggi ialah meningkatkan mutu staf pengajarnya. Peraturan baru menyatakan bahwa staf pengajar untuk mahasiswa S1 harus memiliki pendidikan minimal  berderajat magister (S2). Oleh karena itu, para dosen yang masih berijazah  S1 diharuskan segera menempuh pendidikan pada tingkat magister. Di samping itu, kesadaran masyarakat untuk meningkatkan kualitas pendidikannya juga semakin tinggi. Kebutuhan masyarakat  ini kurang diimbangi dengan ketersediaan lembaga pendidikan pada tingkat lanjut yang merata dan memadai. Banyak pendidik dan peneliti berijasah S1 di Indonesia yang memiliki hasrat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi namun tidak dapat meninggalkan kotanya karena berbagai alasan. Peluang ini direspons oleh Universitas Diponegoro dengan membuka berbagai program pendidikan pascasarjana, yang salah satu di antaranya adalah Program Studi Magister Linguistik. Sejak pendiriannya, animo masyarakat untuk melanjutkan pendidikan mereka di Program Studi Magister Linguistik UNDIP ini semakin meningkat. Para peserta didik tidak hanya berasal dari kalangan dosen, tetapi juga  dari kelompok guru, peneliti, dan pemerhati bahasa. Hal ini membuktikan bahwa  pendirian Program Studi Magister Linguistik di ibu kota Jawa Tengah merupakan solusi yang tepat.