Sejarah Singkat

Program Magister Linguistik dibuka untuk menjawab tantangan akan semakin meningkatnya kebutuhan sumber daya manusia bergelar master yang menggeluti bidang kebahasaan teoritis maupun terapan. Program ini dibuka atas prakarsa Prof. Dr. Istiati Soetomo yang mendapatkan sambutan positif dari berbagai pihak yang difasilitasi oleh Dekan Fakultas Sastra Universitas Diponegoro (sebelum ada perubahan nama menjadi Fakultas Ilmu Budaya), yaitu Prof. Dr. Sri Rahayu Prihatmi, MA. Program ini direalisasikan melalui usaha–usaha konkrit yang diawali dengan kajian kelayakan melalui berbagai diskusi dan workshop dengan mengundang para pakar linguistik dan pengajaran bahasa asing serta pencarian dukungan dari stakeholder baik dari dalam maupun luar Universitas Diponegoro.

Tepat pada tanggal 6 Mei 2005, Program ini mendapatkan ijin operasional dari DIKTI dengan operasional surat ijin pendirian nomor 1340/D/T2005. Program ini memiliki dua peminatan yaitu Linguistik Umum dan Linguistik Terapan bahasa Inggris.

Pembukaan program diawali dengan penunjukan personal pengelola yang terdiri atas ketua dan sekretaris program, kemudian yang terpilih adalah Prof. Dr. Sudaryono, S.U. dari jurusan Sastra Indonesia dan Dra. Deli Nirmala, M.Hum. dari jurusan Sastra Inggris yang berturut-turut sebagai ketua dan sekretaris program. Diawal pembukaan, program ini memperoleh 12 (dua belas) orang mahasiswa yang cenderung memiliki peminatan linguistik umum. Akan tetapi, mulai tahun akademik 2007.2 hingga sekarang minat mahasiswa untuk mengambil linguistik terapan semakin meningkat. Sebagai bukti adalah jumlah mahasiswa yang memilih linguistik terapan lebih dari 50% jumlah mahasiswa yang mengambil linguistik teoretis atau linguistik deskriptif. Mulai tahun akademik 2009.2 mahasiswa yang belajar di program ini tidak hanya berasal dari dalam negeri yang tersebar dari berbagai pulau, tetapi juga dari mancanegara yaitu Libya.

Program pengembangan juga semakin tampak. Jika sebelumnya kegiatan Program Magister Linguistik Undip hanyalah kegiatan rutin pengajaran, mulai tahun 2010, program pengembangan  lebih bervariasi, yaitu program-program peningkatan softskill maupun hardskill baik mahasiswa maupun dosen, misalnya penelitian mahasiswa, seminar dan seminar lokakarya.