Program Studi Magister Linguistik Universitas Diponegoro

Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Cpanel

Pelatihan Penyusunan Proposal Penelitian Tindakan Kelas dan Penggunaan Bahasa untuk Guru-guru MTs dan MA Miftahussalam Demak

Proses belajar mengajar adalah suatu proses transfer pengetahuan yang dilakukan secara bertahap yang bertujuan untuk mencapai suatu kemampuan yang ditentukan. Dalam proses belajar dan mengajar digunakan metode, materi, dan strategi yang diterapkan untuk mencapai kemampuan itu. Oleh karena itu, dalam proses belajar dan mengajar, guru dan peserta didik bersama-sama berusaha untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

Akan tetapi, terkadang semua yang sudah dirancang dan dicanangkan dalam dokumen kurikulum tidak serta merta berhasil dengan mudah. Kadangkala ada permasalahan-permasalahan yang dapat menghambat tercapainya tujuan yang telah ditetapkan. Apakah masalah itu terjadi pada materi yang disampaikan, misalnya materi terlalu sulit, ataukah metode pembelajaran dan pengajaran yang kurang tepat, ataukah sikap anak didik yang kurang positif, ataukah faktor lain yang dapat menjadi pemicu ketidakberhasilan suatu pembelajaran karena kekurangtuntasnya capaian yang ditentukan.

Oleh karena itu, untuk dapat memaparkan hasil pembelajaran yang optimal, perlu dilakukan suatu penelitian. Penelitian yang sesuai untuk dilakukan dalam proses belajar mengajar adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilakukan dalam proses belajar mengajar yang membutuhkan beberapa tahapan. Tahap pertama, yaitu: identifikasi masalah, tahap kedua penentuan tindakan yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah, dan yang ketiga evaluasi tentang tindakan mengatasi masalah yang dipilih. Apabila masalah yang dihadapi belum menunjukkan solusi yang diinginkan, maka tahapan berikutnya dilakukan dengan urutan identifikasi masalah lagi, dan seterusnya sampai diperoleh keberhasilan yang diharapkan. Oleh karena itu, penelitian tindakan kelas mencakupi beberapa siklus yang setiap siklus mencakupi beberapa tahap. Dalam penelitian seperti itu, keterlibatan siswa dan guru sangat tinggi karena penelitian itu menuntut kerjasama dan komitmen dari keduanya.

Untuk dapat melakukan penelitian dengan baik, perlu dilakukan proses yang sistematis, yaitu: mulai dengan perencanaan, pelaksanaan, serta pelaporan. Sebagai tahap pertama, yaitu: perencanaan, seorang guru harus menemukan permasalahan yang sedang dihadapi dalam mencapai suatu capaian pembelajaran. Setelah itu, menyusun proposal yang mencakupi beberapa tahap, yaitu: kajian pustaka penelitian sebelumnya, teori, penentuan metode penelitian, penyusunan instrumen, pelaksanaan penelitian, dan penyusunan laporan serta publikasi hasil penelitian.

Untuk itu, dalam pelatihan ini telah disampaikan dua topik utama, yaitu: review metode penelitian tindakan kelas, dan teknik penyusunan proposal penelitian tindakan kelas. 

 

Kegiatan ini merupakan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 28 Oktober 2017 di MTs dan MA Miftahussalam Jl. Pangeran Diponegoro Wonosalam Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan para guru MTs dan MA Miftahussalam Demak dalam menyusun proposal penelitian tindakan kelas dan penggunaan bahasa.

Pelaksanaan Pelatihan Penyusunan Proposal Penelitian Tindakan Kelas dan Penggunaan Bahasa untuk Guru-guru MTs dan MA Miftahussalam Demak diawali acara pembukaan dengan laporan ketua panitia dan sambutan. Laporan panitia disampaikan oleh Dr. Deli Nirmala, M.Hum, dan sambutan disampaikan oleh Kepala Sekolah MTs & MA Miftahussalam diwakili Wakil Kepala Kurikulum Bapak Muh Haris, S.Pd. Selanjutnya, acara inti diisi oleh 2 (dua) narasumber, yaitu Prof. Dr. Nurdien HK, MA dan Dr. Deli Nirmala, M.Hum. Prof. Dr. Nurdien HK, MA menyampaikan materi tentang Penyusunan Proposal Penelitian Tindakan Kelas dan Penggunaan Bahasa. Sedangkan Dr. Deli Nirmala, M.Hum memaparkan materi tentang Review Metode Penelitian Tindakan Kelas  dan Penggunaan Bahasa.

Selain kedua materi itu dilakukan pula praktik Penulisan Draf Proposal yang dipandu 2 (dua) fasilitator, yaitu Drs. Catur Kepirianto, M.Hum dan Drs. Mualimin, M.Hum. Praktik Penyusunan Proposal PTK itu diawali dengan penentuan topik dan judul proposal PTK, lalu melakukan identifikasi permasalahan, dan menentukan tujuan penelitian. Semua kegiatan itu dilakukan dengan curah pikir pada masing-masing kelompok bidang studi. Setiap bidang studi melakukan curah pikir, dan melaporkan hasil curah pikirnya kemudian menuliskan hasilnya ke dalam file data di desktop Lab Komputer  MTs - MA Miftahussalam lalu file tersebut dishare ke data induk Lab Komputer untuk persiapan dipresentasikan di forum terbuka. Setelah sesi curah pikir dan hasilnya siap dalam bentuk file di dalam data induk Lab Komputer, lalu dilakukan pleno untuk menampung dan menilai kelayakan topik dan judul, permasalahan dan tujuan penelitian serta hal-hal lain yang perlu dicatat dan ditindaklanjuti. Masing-masing kelompok bidang studi berkesempatan mempresentasikan rencana proposal penelitian PTK secara lengkap dan memperoleh tanggapan, saran, masukan, kritikan, dan dukungan dari narasumber dan fasilitator PKM Undip agar proposal ditindaklanjuti menjadi usulan yang siap diajukan sebagai proposal penelitian tindakan kelas.

Tindak lanjut yang perlu diupayakan adalah bahwa kegiatan  itu seyogyanya dilanjutkan dengan penyusunan proposal penelitian, pelaksanaan penelitian, dan penyusunan artikel yang layak publikasi di jurnal ilmiah.

 

BT Twitter Feeds