Semarang, 23 Juni 2026 – Program Studi Magister Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro menyelenggarakan kegiatan Visiting Professor pada Selasa, 23 Juni 2026. Kegiatan ini menghadirkan akademisi dan penulis ternama, Soe Tjen Marching, yang menyampaikan kuliah bertajuk “Language, Power, and Collective Memory.”

Dalam paparannya, Soe Tjen Marching menjelaskan bahwa bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga berperan dalam membentuk cara manusia berpikir, memahami realitas, serta mengingat peristiwa sejarah. Melalui berbagai contoh lintas budaya dan kajian historis, peserta diajak memahami bagaimana pilihan kata, istilah, dan narasi dapat memengaruhi persepsi kolektif suatu masyarakat terhadap masa lalu.
Diskusi juga menyoroti hubungan antara bahasa, kekuasaan, media, dan pembentukan wacana publik. Berbagai istilah yang muncul dalam sejarah Indonesia, khususnya terkait peristiwa 1965, dibahas sebagai contoh bagaimana bahasa dapat digunakan untuk membangun, mempertahankan, maupun mengubah ingatan sosial. Selain itu, peserta diajak merefleksikan tantangan era digital ketika algoritme dan media daring turut berperan dalam membentuk narasi publik.
Kegiatan ini diikuti oleh dosen, mahasiswa, dan pemerhati linguistik dengan antusiasme tinggi. Melalui program Visiting Professor, Magister Linguistik Universitas Diponegoro terus berkomitmen menghadirkan perspektif akademik mutakhir serta memperluas wawasan sivitas akademika terhadap berbagai isu kebahasaan dan kemasyarakatan yang relevan.
